Rabu, 13 Agustus 2014

Hati atau Jantung?

Hati atau Jantung?

Coba perhatikan baik baik! Bukan bermaksud untuk galau, tetapi mengajak kalian berfikir.

"Mein Herz gehoert zu dir!"
"My Heart is yours!"
"Hatiku adalah milikmu!"

Apa yang kalian pikirkan? Adakah pertanyaan yang timbul dari dalam diri kalian?



Tentu saja!
Kata `Hati` dalam Bahasa Indonesia adalah `Liver` dalam Bahasa Inggris dan `Leber` dalam Bahasa Jerman. Sedangkan `Jantung` dalam Bahasa Indonesia adalah `Herz` dalam Bahasa Jerman dan `Heart` dalam Bahasa Inggris.

Dalam mengungkapkan hal yang sama, mengapa Bahasa Jerman dan juga Bahasa Inggris menggunakan kata `Jantung`, sedangkan dalam Bahasa Indonesia menggunakan kata `Hati`?

Di lain pihak, Qalbu dalam Bahasa Arab artinya merujuk kepada Jantung atau yang sering kita sebut dengan `Hati Nurani` bukan organ yang kita sebut dengan Hati.

Lambang ini lebih kita sebut dengan `Hati`, padahal secara anatomi, lambang ini lebih mirip dengan organ jantung daripada organ Hati.

Aku tidak tahu mengapa orang sekarang (termasuk juga aku) lupa untuk membedakan antara `Hati Nurani` dan juga organ yang bernama `Hati`, tetapi malah mengidentikkan bahwa `Hati Nurani` adalah `Hati` itu sendiri. Mungkin ini semua terjadi karena kita sering malas menulis yang panjang, sehingga kita menyingkat kata `Hati Nurani` dengan kata `Hati`, kemudian kita bingung untuk membedakan kata `Hati` yang berarti `Hati Nurani` dengan kata `Hati` yang berarti organ yang bernama `Hati`. Dan akhirnya terjadi penyempitan atau pergeseran makna pada kata-kata ini.

Padahal juga sudah jelas bagi kita, bahwa kalau kita sakit hati, tempat yang sakit itu di bagian dada agak ke kiri, bukan bagian perut sebelah kanan atas, kan?

Tujuanku menulis status ini adalah untuk mengingatkan kalian bahwa `Hati Nurani` sebenarnya adalah `Jantung` dan `Hati` adalah organ yang bernama `Hati`. Karena nanti aku akan sering membahas hal-hal yang berkaitan dengan Jantung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar