Rabu, 06 Agustus 2014

Galau?

GALAU?

Kalian sudah tau kalau aku orangnya suka Galau, dan aku minta maaf karena itu (meskipun menggalau itu bikin ketagihan dan rasanya enak sih). Dan ternyata gak cuma aku yang suka Galau, tapi ternyata banyak dari kita yang suka Galau juga.

Apakah Galau itu baik? Apakah Galau itu bermanfaat? Paling banyak jawabannya adalah TIDAK! Lalu apakah kita harus membiarkan Galau ini terus ada pada diri kita dan menghantui kita? Jawabannya tentu TIDAK sobat.

Lalu bagaimana cara kita mengobati Galau yang selalu hadir pada diri kita? Yang terus membuat hati kita gelisah tak karuan?


Salah seorang sahabatku berpendapat bahwa WAKTU akan mengobati rasa itu, karena WAKTU adalah obat yang dapat menyembuhkan sebagian besar penyakit. itu katanya.

Tapi berbeda denganku, bagiku obat yang paling ampuh untuk menyembuhkan rasa Galau adalah Ilmu. Ilmu akan membersihkan segala alasan yang membuatmu Galau. Selain itu, Al-Qur`an yang kau baca dengan baik dan benar, engkau baca dengan pelan dan penuh penghayatan akan menghilangkan perasaan itu.

Galau kudefinisikan sebagai rasa yang muncul karena kurang pengetahuan, kurangnya ilmu dan kurangnya pemahaman tentang bagaimana cara menghadapi persoalan yang timbul karena rutinitas kehidupan. Karena kurangnya pengetahuan ini membuat otak akan berfikir lebih dari biasanya, sehingga kebutuhan energi dan nutrisi akan meningkat drastis. Oleh karena itu Jantung akan memompa darah lebih cepat dan iramanya menjadi tak terkendali. Hal ini jika tidak segera ditangani akan memberikan stress pada jantung dan juga otak.

Kalau kalian galau, kalian pasti ingin curhat tentang masalah kalian, dan meminta saran kepada orang yang bisa kalian percaya, bagaimana caranya agar kalian bisa mengatasi masalah yang sedang kalian hadapi. Meminta saran adalah salah satu cara mencari Ilmu, tapi juga bisa dengan membaca artikel yang bermutu yang dapat menambah wawasan kalian, seperti artikel yang dimuat www.rumahfiqih.com

Tetapi tidak semua orang seperti ini, ada juga yang merasa galau karena belum bisa meluapkan perasaannya. Seperti perasaan ingin mengungkapkan pendapat, tetapi tidak kesampaian, dan lain-lain. Makanya mereka butuh ilmu bagaimana cara mengutarakan pendapat yang baik dan juga keberanian untuk mengungkapkannya.

Di sisi lain, Al-Qur`an yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW memang bertujuan untuk menentramkan hati manusia yang sedang gundah. Karena ia akan merberikan informasi, memberikan ilmu, menegarkan hati, dan juga memberikan semangat hidup bagi orang yang membacanya.

Tetapi apa yang kita baca? Arabnya atau artinya?

Kalau sudah mengerti bahasa arab maka membacanya langsung menggunakan Bahasa Arab akan lebih mudah karena sudah otomatis tahu artinya. Tetapi bagi yang tidak mengerti bahasa arab, maka membaca Arabnya dengan perlahan (tidak buru-buru), tartil dan penuh penghayatan akan membantumu mengembalikan irama jantungmu dan menyegarkan pikiran, sehingga membuatmu kembali tenang. jika mau membaca artinya saja, itu juga dapat menghilangkan kegalauanmu, asal jangan menafsirkan Al-Qur`an sesuka hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar