Rabu, 13 Agustus 2014

Hati atau Jantung?

Hati atau Jantung?

Coba perhatikan baik baik! Bukan bermaksud untuk galau, tetapi mengajak kalian berfikir.

"Mein Herz gehoert zu dir!"
"My Heart is yours!"
"Hatiku adalah milikmu!"

Apa yang kalian pikirkan? Adakah pertanyaan yang timbul dari dalam diri kalian?

Jodohku Mana?

Jodohku Mana?

Klo lo mau cari pasangan karena kecantikan, keindahan di depan mata saja, maka kamu tidak akan pernah menemukannya. Karena kamu akan berakhir membandingkan satu dengan lainnya, dan akan terus membandingkannya tanpa akhir.

Di dunia ini banyak sekali manusia, dan ketahuilah bahwa perempuan jumlahnya sekitar 4 kali dari pria, dan karena keindahan itu hanyalah masalah presepsi dan penilaian saja (apalagi karena ulah setan), maka engkau akan menemukan mahluk indah ini di setiap tempat.

Dan jika engkau mencari jodoh karena sikapnya dan hatinya, maka perbaikilah dirimu seperti itu. Karena tidak akan engkau menemuinya (mengetahui keberadannya) sebelum kalian di tingkat yang sama.

Ketika Ditanya Tentang Tuhan

curhat mono : bagi kalian yang bukan orang muslim, jika tidak ingin membacanya, silahkan di skip ya

assalamu'alaikum
bissmillah wa salamu wa solawatu 'ala rasulillah ama ba'du

kali ini gue akan mencertakan kepada kalian tentang pengalaman gue sore hari ini, tgl 29.05.2014. seperti biasa gue pergi ke masjid buat belajar bareng, normal coy, jum'at minggu depan udah FSP (doakan ya :)) . Nah!.. entah mengapa akhir akhir ini gue sering bersenandung sendiri. Ya mungkin untuk melepas kesepian ya.

Rabu, 06 Agustus 2014

Aku Tulus Memujimu

Aku Tulus Memujimu

Quote untuk hari ini, "Indonesia bukan lagi waktunya membutuhkan orang yang bisa bekerja, tapi membutuhkan orang yang ahli di bidangnya dan juga bekerja dengannya."

Tapi yang jadi pertanyaan bukan, "Gimana caranya orang indonesia bisa menjadi orang ahli?" Melainkan "Bagaimana cara agar orang Indonesia bisa saling menghargai dan bisa saling bahu membahu? Bukan orang yang saling merendahkan dan menjatuhkan?"

Sudah Penuh?

Sudah Penuh?

Pernahkah kalian mendengarkan cerita ini? (dengan sedikit perubahan)

Seorang profesor membawa beberapa buah kotak, sebuah ember dan sebotol kopi. Dia membawanya masuk ke kelasnya dan memberikan pelajaran kepada siswanya. Dia meletakkan embernya ke atas meja dan membuka kotak pertama yang berisi batu batuan, kemudian dia memasukan bebatuan itu ke dalam ember
.
Profesor bertanya, "Apakah ember ini sudah penuh?"
Muridnya menjawab, "Sudah Pak!"

Mengundi Nasib

Mengundi Nasib

Aku ga suka yang namanya mengadu nasib, karena kadang kita sudah memiliki sesuatu yang baik untuk kita sedangkan kita tidak mengetahuinya, tetapi kita malah menukarkannya dengan sesuatu yang tidak pasti.

Tidak pasti apakah kita akan mendapatkannya, tidak pasti apakah hal itu berguna bagi kita, dan tidak pasti apakah hal itu halal. Namanya adalah Judi. Dan dia hanya memiliki anak yang namanya Menang dan Kalah. Orang bisa belajar banyak dari Kalah dan sedikit dari Menang, tetapi tidak akan ada buah manis yang bisa dipetik kecuali hanya sedikit sekali.

Galau?

GALAU?

Kalian sudah tau kalau aku orangnya suka Galau, dan aku minta maaf karena itu (meskipun menggalau itu bikin ketagihan dan rasanya enak sih). Dan ternyata gak cuma aku yang suka Galau, tapi ternyata banyak dari kita yang suka Galau juga.

Apakah Galau itu baik? Apakah Galau itu bermanfaat? Paling banyak jawabannya adalah TIDAK! Lalu apakah kita harus membiarkan Galau ini terus ada pada diri kita dan menghantui kita? Jawabannya tentu TIDAK sobat.

Lalu bagaimana cara kita mengobati Galau yang selalu hadir pada diri kita? Yang terus membuat hati kita gelisah tak karuan?